i’m not jack sparrow

Repetisi.

Saya pernah menulis tentang pentingnya mengurangi pembajakan karya musisi , terutama musisi Indonesia yang memang mampu bermusik dengan baik. Sekali lagi saya tekankan, tidak ada salahnya menyisihkan uang jajan untuk ditabung sekitar Rp 35.000,00 – Rp 50.000, 00 untuk membeli album asli dari para musisi Indonesia tersebut. Ditambah lagi, sekarang ini, banyak sekali musisi yang kreatif dalam hal album packaging yang unik disertai dengan label go green. Jadi, tidak ada ruginya sama sekali.

Tidak, saya tidak akan mengulang hal tersebut dalam tulisan saya kali ini. Beberapa teman saya sepertinya sudah terlalu muak mendengarkan saya berceloteh untuk mengurangi pembajakan musisi negeri sendiri. Microblog saya pun sepertinya sudah menjenuhkan dengan topik serupa.

Kali ini masih dengan tema yang sama, kurangi pembajakan. Saya tidak bilang hentikan pembajakan sekarang karena saya yakin tidak ada yang instan dan yang instan adalah tidak baik. Briptu Norman, saya tidak membicarakan kamu.

Film.

Saya yakin, kalian semua suka menonton film, baik film dalam negeri maupun luar negeri, baik dari genre drama romantis hingga horror menyeramkan. Namun, pertanyaan saya, bagaimana cara kalian mendapatkan akses menonton film? Banyak caranya memang, yang manakah kamu?

DVD bajakan.

Saya ingin membuat pengakuan. Saya pernah membeli dvdS bajakan. Lebih dari sekali. Film yang menjadi korban, antara lain: Snatch, Lock Stock and Two Smoking Barrels, Revolver, 27 Dresses, Enchanted, Rush Hour 3, The Brave One, dan masih ada beberapa yang saya lupa judulnya. Apakah kalian pernah melakukan perbuatan kurang ajar seperti saya juga? Jujur saya merasa bersalah atas apa yang saya lakukan. Apakah kamu juga demikian? Untuk abang-abang penjual dvd bajakan di seluruh Nusantara, saya sadar bahwa lapangan pekerjaan di negeri kita ini memang terbatas dan saya tidak bermaksud memboikot pekerjaan kalian. Apalagi kalian pernah memberi kebahagiaan kepada saya melalui penyediaan dvds film lama. Saya hanya ingin menghimbau teman-teman yang suka beli bajakan. Janganlah terlalu sering melakukannya. Bagaimanapun kalian terlibat dalam tindakan kuran terpuji yang perlahan bisa mengikis perasaan manusiawi kalian. Tidak setuju? Baiklah, setidaknya saya telah mengutarakan pendapat saya.

Pembajakan di dunia maya.

Dunia memang selalu berubah. Internet pun menjadi fenomena luar biasa yang masih menjadi euforia sampai saat ini. Film dengan durasi yang panjang sudah bisa diunduh secara cuma-cuma. Wah, menggoda sekali untuk dilakukan. Daripada merogoh kantong sebanyak 30 ribu untuk satu tiket bioskop atau 7 ribu untuk satu keping dvd bajakan, cara mengunduh film melalui internet memang lebih praktis. Tapi, teman-teman, mengingat kecepatan internet di Indonesia yang masih lambat, tentu memakan waktu yang lama untuk mengunduhnya kan? Namun, saya tetap memuji kesabaran kalian dalam melakukan tindakan tidak terpuji ini. Tidak setuju juga?

Aku suka film ini dan itu.

Berpikir sebelum berbicara. Bagi saya, itu hal yang sulit dilakukan. Namun, tidak ada salahnya untuk dilakukan daripada menyesal kemudian. Ketika kamu bilang kamu suka satu film, sebelumnya apakah kamu berpikir sebelum menyatakan pernyataan tersebut: bagaimana cara saya mengakses film tersebut? Bagi para pengaku pecinta film, kalau kalian cinta akan sesuatu tentu kalian akan melakukan hal baik untuk apapun itu yang kalian cintai bukan? Dan tentu saja, apabila kalian memang pecinta film, jawabannya: bukan dengan membajak, kan? Jika kalian berkelit: “ya gimana dong, filmnya ga ada di bioskop” atau “rugi ah kelamaan nunggu masuk bioskop” atau mungkin “mahal ah bioskop hari gini” maka menurut saya, kalian bukan pecinta film dan lebih baik tidak menonton film apapun itu yang kalian ingin tonton. 

Video EZY

Saya penggemar berat rental vcd/dvd yang satu ini. Sekali masuk, saya bisa meminjam lebih dari 3 film. Oh tenang saja, saya bukan brand ambassador nya kok. Meminjam di tempat penyewaan seperti ini, menurut saya, bisa mengembalikan sedikit hati nurani saya yang merusak karena pernah membeli bajakan. Menurut saya, meminjam seperti ini (asal pastikan mereka hanya menyediakan film yang asli) memberi beberapa keuntungan: 1. Harganya murah, sekitar 5ribu-an, belum lagi dengan harga bonus kalau meminjam banyak, 2. Kamar tidak akan penuh dengan koleksi bajakan, 3. Koleksi film sangat beragam, 4. Rasa bersalah, bagi saya, berkurang. Bagaimana, teman-teman? Tertarik? Jika kalian masih berkelit: “ah, film-filmnya semua film lama, ga ada film terbaru”. Percayalah teman-teman, dunia kalian tidak akan runtuh hanya karena tidak menonton film terbaru. Kalian tidak akan menjadi kurang gaul hanya karena terlambat menonton film pemenang Academy Awards. Film-film itu semua akan tersedia karena jarak pemutaran di bioskop dan penjualan film asli di pasaran juga tidak berjarak terlalu lama. Bersabarlah, kawan. Buktinya, kalian bisa sabar mengunduh film secara online. Sekali lagi, percayalah, dunia kalian tidak akan berantakan hanya karena terlambat menonton film terbaru.

Asli.

Apapun yang asli pasti lebih baik dari yang palsu kan. Menabung dan bersabar adalah kunci utamanya. Sisihkanlah uang jajan kalian setiap hari dan bersabarlah makan niscaya kalian akan mampu membeli vcd/dvd asli film favorit kalian. Saya sendiri termasuk pembeli vcd karena harganya jauh lebih murah dari dvd. Selain itu, promo harga dan diskon besar-besaran lebih sering diberlakukan pada produk vcd. Bagi saya, itu cukup menarik perhatian untuk membeli vcd asli. Kalau kamu lebih bersabar sedikit dan menabung lebih banyak, dvd asli film yang kalian idam-idamkan pun akan terbeli. Selain itu, kita semua pun akan menambah dua sifat baik dalam diri kita: rajin menabung dan bersabar. Dua hal tersebut bisa menjadi modal hidup di masa depan. Kebiasaan baik tidak ada salahnya dimulai dari dini kan?

Coba teman-teman bayangkan, bagaimana jika karya yang kalian buat dengan susah payah dicuri dan diperbanyak orang lain dan diperbanyak untuk keuntungan pribadi? Begitu pula dengan para pelaku industri perfilman. Kalian, yang mengaku penggemar film, pasti tahu ada film-film yang luar biasa bagus. Bayangkan bagaimana perasaan para pembuat film tersebut, yang telah bersusah payah menyajikan karya seni, yang melihat hasil karyanya dijajakan di pinggir jalan dengan harga luar biasa murah. Kalian tidak suka kan kesenian kita diambil orang lain? Upaya melestarikan saja tidak ada, lalu mengapa panik dan demo besar-besaran ketika kesenian kita dirampas? Tidak ubahnya dengan film, bukan? Jadi menurut saya, kalau kalian tidak mulai menghargai karya orang lain, dalam konteks ini adalah film, maka mudah saja: tidak usahlah kalian menonton film. Saya ulangi, tidak usah menonton film.

Tidak setuju dengan semua pendapat saya? Terima kasih, karena setidaknya kalian menghabiskan waktu untuk membaca tulisan aneh saya ini. Mungkin kalian bisa memberikan masukan tentang bagaimana menghindarkan diri dari pembajakan. 

04/25/11 at 7:42pm
2 notes | View comments
  1. kennilligence posted this